Tentang Aqiqah

AQIQAH KELAHIRAN ANAK

 

1 . Hewan aqiqah disembelih pada hari ketujuh

Dari Samuroh bin Jundab rodliyalloohu ‘anhu; Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اَلْغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُسَمَّى وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

Anak kecil itu tergadai dengan aqiqahnya, disembelih atas namanya pada hari ketujuh (kelahirannya), diberi nama, dan dicukur rambutnya. Hr.Tirmidz

2. Perbedaan jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki dan wanita

Dari Abdullah bin Abbas rodliyalloohu ‘anhu; Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنِ الْغُلاَمِ عَقِيْقَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ عَقِيْقَةٌ

Untuk anak laki-laki dua aqiqah dan untuk anak perempuan satu aqiqah. Hr. Tabrani. (SAHIH. Al-Jami’ Shogir wa Ziyadatuh I/756 no: 7556)

3. Mengucapkan basmalah dan atas nama saat menyembelih

Menurut Hisyam bin Urwah, Qotadah berkata:

يُسَمَّي عَلَى الْعَقِيْقَةِ كَمَا سُمِّيَ عَلَى الأُضْحِيَةِ : بِسْمِ اللهِ عَقِيْقَةَ فُلاَنٍ

Hendaklah diucapkan basmalah saat menyembelih aqiqah seperti diucapkan basmalah saat menyembelih hewan qurban: “Bismillah, ini adalah aqiqah si fulan.” Hr. Ibnu Abi Syaibah (SAHIH. Fathul Bari IX:594)

4. Menimbang rambut dengan perak lalu disedekahkan;

[1] Abu Rafi’ r.a. berkata:

لَمَّا وَلَدَتْ فَاطِمَةُ حَسَنًا قَالَتْ يَا رَسُوْلَ اللهِ اَلاَ اَعُقُّ عَنِ ابنْيِ بِدَمٍ قاَلَ لاَ وَلَكِنْ اِحْلِقِي رَأْسَهُ وَتَصَدَّقِي بِوَزْنِ شَعْرِهِ فِضَّةً فَفَعَلْتُ فَلَمَّا وَلَدَتْ حُسَيْنًا فَعَلَتْ مِثْلَ ذَلِكَ

Saat Fatimah melahirkan Hasan, ia mengatakan: “Wahai Rasulullah, haruskah aku menyembelih aqiqah untuk anakku?” 

Beliau menjawab: “Tidak usah, akan tetapi cukurlah rambutnya, dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat rambutnya setelah ditimbang.” Saat melahirkan Husain, Fatimah kembali melakukan hal itu. (SAHIH. Fathul Bari IX:594)